Metode Analisis Air Baku


Air Bersih (clean water) yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan memenuhi kualitas persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak (PERMENKES RI No. 416/MENKES/Per/IX/1990). Pertanyaanya adalah apakah air jernih yang kita lihat sehari-hari, yang biasa kita minum sudah benar-benar sehat dan layak untuk kita konsumsi? Dari mana kita tahu air tersebut memang bersih?
Persyaratan air bersih bisa diuji secara sederhana atau dapat dilakukan tes di laboratorium. Kadar bau atau kekeruhan di cek dengan mencampurkan air yang akan di uji dengan air bersih. Caranya campurkan segelas air keruh/bau yang akan diuji dengan air bersih, apabila keruh/bau hilang berarti kadar bau/keruhnya rendah, apabila masih tercium bau atau keruh maka air itu sebaiknya tidak digunakan lagi. Cara terpopuler untuk menguji kandungan kimia dalam air adalah dengan menggunakan air teh. Caranya campurkan air yang akan diuji dengan air teh kemudian diamkan minimal 12 jam. Apabila warnanya masih seperti air teh berarti kualitasnya bagus, namun apabila warnanya semakin hitam menandakan kualitas airnya jelek. Lalu bagaimana cara mengetahui air yang mengandung kesadahan? Cara praktis untuk mengetahui kesadahan dalam air baku dapat dilakukan dengan cara melarutkan deterjen dalam air yang akan diuji. Apabila air tidak berbusa atau busa yang dihasilkan sedikit berarti air tersebut merupakan air sadah.
Beberapa parameter yang layak untuk diperhitungkan sebagai parameter kunci adalah kandungan besi, mangan, zat organik, kekeruhan, warna, pH, dan kualitas mikrobiologis. Parameter diatas dianggap sebagai representasi dari kandungan zat dan parameter lain yang keberadaanya dalam air baku seringkali sangat mengganggu. Hal ini tentu tidak berarti zat yang lain diabaikan tetapi bila dianggap perlu, parameter lain sebaiknya diperiksa.
Beberapa cara analisis laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kualitas air meliputi:
§  Uji Kesadahan (sebagai ppm CaCO3)
Siapkan 50 mL contoh air dan masukkan ke dalam labu takar 100 mL, tambahkan 1 mL asam klorida pekat, setetes demi setetes melalui tepi labu takar, kemudian tepatkan dengan contoh air. Pipet 10 mL contoh air dari labu takar ke dalam erlenmeyer, tambahkan 50 mg asam askorbat, kemudian tambah 10 ml NH3 6M, aduk dan tambahkan 4 tetes indikator calmagite, titrasi dengan larutan EDTA sehingga warna berubah dari merah menjadi biru.
§  Uji Kadar Besi
Langkah pertama, siapkan larutan standar besi 100 ppm, pipet sebanyak 1, 2, 3, 4, dan 5 mL larutan standar 100 ppm tersebut dan masukkan masing-masing kedalam labu takar 100 mL, tambahkan 5 mL larutan ortho-phenantrolin 0.25%, tepatkan masing-masing labu takar hingga volume 100 mL dengan air deion sehingga terbentuk larutan standar dengan konsentrasi 1, 2, 3, 4, dan 5 ppm. Ukur nilai absorbans dari masing-masing larutan standar dengan menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 510 nm. Langkah kedua, siapkan 50 mL contoh air yang akan diuji, masukan kedalam labu takar 100 mL, tambahkan 5 mL ortho-phenantrolin dan tepatkan labu takar tersebut dengan contoh air yang akan diuji. Ukur nilai absorbans sampel air pada panjang gelombang 510 nm. Untuk mengetahui kadar besi(Fe) dalam contoh air, dapat digunakan persamaan standar
§  Uji Padatan Terlarut
Sampel air disiapkan dalam wadah, kemudian alat TDS meter dimasukan ke dalam sampel air. Perhatikan dan catat nilai yang tertera pada TDS meter.
§  Uji nilai pH
Sampel air disiapkan secukupnya, kertas pH dicelupkan ke dalam sampel air. Amati warna yang terbentuk pada kertas pH dan bandingkan dengan warna pada warna standar indikator universal.
Sebagai acuan, terdapat standar air minum SNI No 01-3553-1996, berarti untuk air minum kontaminan yang diperbolehkan seperti tertera pada Tabel 1. Sementara itu, persyaratan bakteriologis, bahan kimia anorganik, kimia pestisida, kimia desinfektan dan sampingannya, kimia anorganik yang dapat menimbulkan keluhan pada manusia, kimia organik yang dapat menimbulkan keluhan pada manusia, radioaktivitas, dan persyaratan fisik sesuai dengan Kepmenkes No. 907/2002.

Tabel 1 Standar Air Minum SNI No. 01-3553-1996
Parameter
Unit
Kadar tertinggi yang diizinkan
Organoleptik
Bau (Odor)
-
Tidak berbau
Rasa (Taste)
-
Tidak berasa
Warna (Colour)
Pt Co scala
5
Fisika
Kekeruhan (Turbiditas)
NTU
5
Padatan terlarut (Dissolved solid)
mg/L
500
Kimia
pH (Derajat Keasaman)
-
6.5-8.5
Kesadahan sebagai CaCO3
mg/L
150
Bahan Organik KMnO4
mg/L
1.0
Nitrat (NO3-)
mg/L
45
Nitrit (NO22-)
mg/L
0.005
Amonia (NH4)
mg/L
0.15
Sulfat (SO42-)
mg/L
200
Klorida (Cl)
mg/L
250
Fluorida (F)
mg/L
1.0
Sianida (CN)
mg/L
0.05
Besi (Fe)
mg/L
0.3
Mangan (Mn)
mg/L
0.05
Klorin bebas (Cl2)
mg/L
0.1
Kontaminasi logam berat
Timah (Pb)
mg/L
0.005
Tembaga (Cu)
mg/L
0.5
Kadmium (Cd)
mg/L
0.001
Merkuri (Hg)
mg/L
0.05
Arsenik (As)
-
-
Mikrobiologi
Total plate count (TPC) factory
per ml
1 x 102
Total plate count (TPC) market
per ml
1 x 105
Bakteri coliform
per 100 ml
0
Bakteri salmonella sp.
per 100 ml
Negatif
Bakteri clostridium perfringens
per ml
Negatif
Tabel 2 Persyaratan Bakteriologis Kepmenkes No. 907/2002
Parameter
Satuan
Kadar tertinggi yang diizinkan
Air Minum
E. Coli atau fecal coli
Jumlah/100ml sampel
0
Air yang masuk sistem distribusi
E. Coli atau fecal coli
Jumlah/100ml sampel
0
Total bakteri coliform
Jumlah/100ml sampel
0
Air pada sistem distribusi
E. Coli atau fecal coli
Jumlah/100ml sampel
0
Total bakteri coliform
Jumlah/100ml sampel
0
Tabel 3 Persyaratan Kimia Bahan Anorganik Kepmenkes No. 907/2002
Parameter
Satuan
Kadar tertinggi yang diizinkan
Alkana terklorinasi
Karbon tetraklorida
μg/L
2
Diklorometana
μg/L
20
1,2-dikloroetana
μg/L
30
1,1,1-trikloroetana
μg/L
2000
Etana terklorinasi
Vinil klorida
μg/L
5
1,1-dikloroetana
μg/L
30
1,2-dikloroetana
μg/L
50
Trikloroetana
μg/L
70
Tetrakloroetana
μg/L
40
Hidrokarbon aromatik
Benzena
μg/L
10
Toluena
μg/L
700
Xilena
μg/L
500
Benzo[a]pirena
μg/L
0.7
Benzena terklorinasi
Monoklorobenzena
μg/L
300
1,2-diklorobenzena
μg/L
1000
1,4-diklorobenzena
μg/L
300
Triklorobenzena
μg/L
20
Lain-lain
Di(2-etilheksil)adipat
μg/L
80
Di(2-etilheksil)ptalat
μg/L
8
Akrilamida
μg/L
0.5
Epiklorohidrin
0.4
Heksaklorobutadiena
μg/L
0.6
EDTA
μg/L
200
Tributiltin Oksida
μg/L
2
Tabel 4 Persyaratan Kimia Pestisida Kepmenkes No. 907/2002
Parameter
Satuan
Kadar tertinggi yang diizinkan
Alaklor
μg/L
20
Aldicarb
μg/L
10
Aldrin/deeldrin
μg/L
0.03
Atrazina
μg/L
2
Bentazona
μg/L
30
Karbofuran
μg/L
5
Klordan
μg/L
0.2
Klorotoluran
μg/L
30
Tabel 5 Persyaratan Kimia Desinfektan dan Hasil Sampingannya
Parameter
Satuan
Kadar tertinggi yang diizinkan
Monokloramin
μg/L
3
Klorin
μg/L
5
Bromat
μg/L
25
Klorit
μg/L
200
Klorofenol
-
2,4,6-triklorofenol
μg/L
200
Formaldehida
μg/L
900
Trihalometana
μg/L
Bromoform
μg/L
100
Dibromoklorometana
μg/L
100
Bromodiklorometana
μg/L
60
Kloroform
μg/L
200
Asam Asetat Terklorinasi
μg/L
Asam dikloroasetat
μg/L
50
Asam trikloroasetat
μg/L
100
Kloral Hidrat
Trikloroasetaldehida
μg/L
10
Asetonitril Terhalogenasi
Dikloroasetonitril
μg/L
90
Dibromoasetonitril
μg/L
100
Trikloroasetonitril
μg/L
1
Sianogen Klorida
μg/L
70
Tabel 6 Persyaratan Kimia Anorganik yang dapat Menimbulkan Keluhan pada Manusia
Parameter
Satuan
Kadar tertinggi yang diizinkan
Amonia
μg/L
1.5
Aluminium
μg/L
0.2
Klorida
μg/L
250
Tembaga
μg/L
1
Kesadahan
μg/L
500
Hidrogen Sulfida
μg/L
0.05
Besi
μg/L
0.3
Mangan
μg/L
0.1
pH
6.5-8.5
Natrium
μg/L
200
Sulfat
μg/L
250
Total zat padat terlarut
μg/L
1000
Seng
μg/L
3
Tabel 7 Bahan Kimia Organik yang dapat Menimbulkan Keluhan pada Manusia
Parameter
Satuan
Kadar tertinggi yang diizinkan
Organik
Toluena
μg/L
24-170
Xilena
μg/L
20-1800
Etilbenzena
μg/L
2-200
Stirena
μg/L
4-2600
Monoklorobenzena
μg/L
10-120
1,2-diklorobenzena
μg/L
1-10
1,4-diklorobenzena
μg/L
0.3-30
Triklorobenzena
μg/L
5-50
Deterjen
μg/L
50
Desinfektan dan Hasil Sampingannya
Klorin
μg/L
600-1000
2-klorofenol
μg/L
0.1-10
2,4-diklorofenol
μg/L
0.3-40
2,4,6-triklorofenol
μg/L
2-200
Tabel 8 Radioaktivitas yang dapat Menimbulkan Keluhan pada Manusia
Parameter
Satuan
Kadar tertinggi yang diizinkan
Gross alpha activity
(Bq/L)
0.1
Gross beta activity
(Bq/L)
1
Tabel 9 Persyaratan Fisik Kepmenkes No. 907/2002
Parameter
Satuan
Kadar tertinggi yang diizinkan
Warna
TCU
15
Rasa dan Bau
-
Tidak berasa dan berbau
Temperatur
°C
Suhu udara ± 3°C
Kekeruhan
NTU
5